MenuPilih Menu
TRENDING
Beranda » Press Release » Siaran Pers: Perempuan Mengingatkan Janji Nawacita Tentang Penghapusan Kekerasan Seksual

Siaran Pers: Perempuan Mengingatkan Janji Nawacita Tentang Penghapusan Kekerasan Seksual

(729 Views) March 12, 2019 12:24 pm | Diterbitkan oleh | Tidak ada komentar

Forum Pengada Layanan (FPL) mengapresiasi undangan Silaturahim Presiden Republik Indonesia dengan Perempuan Indonesia yang mengambil tema “Bersama Memperkuat Bangsa”. Namun ada hal penting yang luput dibahas, yaitu Penghapusan Kekerasan Seksual.

Desakan untuk mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual ini sudah semakin menguat. Data menujukkan bahwa pelaporan kasus kekerasan seksual semakin meningkat. Sementara kemampuan dalam penanganan masih terbatas. Fokus penanganan korban masih pada pemidanaan pelaku. Padahal korban sangat membutuhkan dukungan untuk pemulihan. Kondisi inilah yang menyebabkan ribuan perempuan turun ke jalan untuk melakukan pawai akbar pada bulan Desember 2018. Ada harapan besar RUU ini akan segera disahkan karena RUU ini merupakan bagian dari Nawacita khususnya terkait dengan kedaulatan politik agenda No.10 butir F.

Dalam kegiatan silaturahim tersebut, dari 16 profil perempuan beberapa diantaranya adalah pendamping perempuan korban kekerasan termasuk kekerasan seksual. Karena waktu yang terbatas isu kekerasan seksual tidak terbahas. Karena itu FPL merekomendasikan:

  1. Presiden memastikan melalui KPPPA secara optimal mengawal proses pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.
  2. Memastikan dukungan yang maksimal untuk layanan yang berkualitas bagi perempuan korban kekerasan seksual baik yang diselenggarakan oleh P2TP2A maupun lembaga layanan yang digagas masyarakat sipil.
  3. Pemerintah mengembangkan dan menerapkan kerangka pemantauan dan evaluasi yang efektif untuk memastikan terpenuhinya hak perempuan korban kekerasan seksual atas keadilan dan pemulihan.
  4. Memastikan proses re-edukasi pelaku kekerasan seksual dalam proses di lembaga pemasyarakatan agar kekerasan tidak berulang.
  5. Mengoptimalkan program pencegahan kekerasan seksual, termasuk dengan integrasi dalam pendidikan nasional dan secara khusus mengembangkan peran pusat studi wanita/ pusat kajian gender.
  6. Mengintegrasi keterampilan penanganan perempuan korban kekerasan dalam pendidikan lembaga profesi yang relevan, termasuk guru, dokter, psikolog, pekerja sosial, aparat penegak hukum, aparat layanan publik serta tokoh agama dan adat.

Forum Pengada Layanan adalah jaringan nasional yang terdiri dari 98 lembaga di kota/ kabupaten yang menyebar di 32 Provinsi di Indonesia. Anggota FPL dalam 2 dekade ini telah melakukan pendampingan terhadap perempuan korban kekerasan dari berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan seksual.

FPL siap bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan program layanan berdampak optimal bagi perempuan korban kekerasan.

Jakarta, 6 Maret 2019.
Forum Pengada Layanan (FPL) Bagi Perempuan Korban Kekerasan

 

Kategori: