[URIS id=173]

Seluruh elemen masyarakat di kota Semarang menolak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Istri Gubernur Jawa Tengah, Ibu Tia Hendi (Istri Walikota Semarang), Ibu Hervita (Wawali kota Semarang),Ibu Nunik,Ibu Messy, Komisi E DPRD Jateng, Prof Sumantri, tokoh lintas agama, mahasiswa, anak sekolah, gerakan perempuan dan anak, perempuan parlemen, ormas, Survivor, ppt, masyarakat umum menandatangani petisi sebagai bentuk desakan kepada DPR RI agar segera mengesahkan RUU Penghapusan kekerasan seksual. 1000 dukungan dari masyarakat Kota Semarang untuk RUU penghapusan kekerasan seksual dan korban. Kalau sudah begini tidak ada kata lain selain mensahkan RUU yg sudah ditunggu jutaan masyarakat Indonesia.

Leave a comments