ilustrasiKurniati adalah salah satu penyintas asal desa Rejodani, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Jika baru bertemu dengannya, tidak terlihat bahwa ia penyandang disabilitas. Dia sangatlah aktif. Menjahit pesanan usaha jahitan adalah kegiatannya sehari-hari. Selain menjahit, Ia pun aktif di organisasi CIQAL, sebuah organisasi di Sleman, DI Yogyakarta yang fokus melayani perempuan disabilitas yang mengalami kekerasan seksual.

Siang yang menyengat di Bandarharjo, Semarang tak menghalagi semangat ibu-ibu untuk hadir di acara pertemuan rutin komunitas yang dibina LRC-KJHAM (Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia), salah satu mitra Program MAMPU, bernama kelompok Harapan Kita.

Berbagai cara kreatif dilakukan para anggota Forum Pengada Layanan (FPL), mitra-mitra Komnas Perempuan, untuk mengedukasi masyrakat luas tentang kekerasan terhadap perempuan dan apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya. WCC Jombang, bagian dari FPL yang bertugas untuk memberikan pelayanan para perempuan korban kekerasan, menyebarkan cara pencegahan kekerasan seksual melalui permainan ular tangga yang dilaksanakan hari Minggu, 13 Maret 2016 di Jalan Wahid Hasyim Jombang.

Hari Perempuan Internasional disambut meriah oleh mitra-mitra MAMPU dengan berbagi acara di seluruh penjuru Indonesia. Salah satunya dilaksanakan oleh SAPA Institut di Majalaya, Bandung pada 6 Maret 2016, bertema “Selamatkan Perempuan dan Anak Indonesia dari Kekerasan Seksual”.

Salah satu dari 33 Forum Pengada Layanan (FPL) yang didukung oleh Program MAMPU melalui Komnas Perempuan adalah Nurani Perempuan di Sumatera Barat. Bertepatan dengan Hari Tanpa Diskriminas, 1 Maret 2016, Nurani Perempuan mengisi program Beranda Perempuan di radio SIPP Female, Sumatera Barat. Tema yang mereka bicarakan adalah Mengenali Kekerasan Seksual dan bentuk-bentuk diskriminasi pada perempuan korban kekerasan.

Dilaporkan oleh Yefri Heriani (FPL)

Leave a comments