gerakan-perempuan-aceh-utara-dan-lhokseumawe-gelar-k16haktp
Organisasi massa dan Lembaga Perempuan yang tergabung dalam Gerakan Perempuan di Aceh Utara dan Lhokseumawe menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka kampanye 16 Hari Anti Kererasan Terhadap Perempuan (K16HAKTP), Minggu (27/11/2016). (Foto: LayarBerita.com/BIM)

Lhokseumawe – Organisasi massa dan Lembaga Perempuan yang tergabung dalam Gerakan Perempuan di Aceh Utara dan Lhokseumawe menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka kampanye 16 Hari Anti Kererasan Terhadap Perempuan (K16HAKTP), Minggu (27/11/2016).

Kampanye bertemakan “Dengarkan dan Dukung Korban, Bergerak Bersama untuk RUU Penghapusan Kekerasan Seksual” tersebut dimulai sejak 25 November hingga 10 Desember 2016 melalui momentum peringatan hari Internasional untuk Penghapusan kekerasan terhadap Perempuan dan Hari Hak Asasi Manusia Internasional.

“Ini merupakan kampanye Internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Di Lhokseumawe kegiatan ini telah rutin dilakukan sejak 2010 lalu,” ujar Azharul Husna atau akrab disapa Nana selaku ketua panitia.

Dipilihnya rentang waktu tersebut adalah dalam rangka menghubungkan secara simbolik antara Kekerasan Terhadap Perempuan dan Hak Asasi Manusia. Dengan kata lain ini juga menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM, lanjut Nana.

Berdasarkan hasil dokumentasi JPA (Jaringan Pemantau Aceh) 231, dalam rentang tahun 2013-2014, melalui catatan dwi tahunannya menyebutkan ada 539 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Angka ini menunjukkan ada kebutuhan untuk segera disahkannya payung hukum yakni RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dalam upaya pencegahan, keadilan hingga pemulihan terhadap korban yang saat ini sudah dalam tahap Prolegnas, jelasnya.

Dalam Kampanye ini ada berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya Kelas Dongeng bagi adik-adik Taman Kanak-kanak, diskusi tematik Hak Kesehatan dan Reproduksi, HIV AIDS, Kekerasan Seksual dan dampaknya bagi perempuan, Perempuan dan politik (menjadi pemilih cerdas), Sosialisasi ke sekolah-sekolah, membuka pos layanan informasi dan pembagian bahan informasi terkait kekerasan terhadap perempuan, Senam massal, Mini Medical check up dan Donor darah, Garage Sale serta Diskusi Publik KKR Aceh.

Kegiatan ini bekerja sama dengan KP3A, Fakultas Hukum dan Kedokteran Unimal, PMI Aceh Utara, Radio RRI dan SBS, KSM-Creative Minority, HMI, P2TP2A Lhokseumawe dan Aceh Utara, Koramil serta Polres Lhokseumawe, pungkas Nana. (BIM)

Sumber: layarberita.com

Leave a comments