Workshop Penyusunan Peraturan Desa
Penandatanganan MoU Pelaksanaan SPPT-PKKTP di Provinsi Maluku
Petisi di 16HAKTP Banda Aceh
LRC-KJHAM Gelar Diskusi dan Launching Film
Aksi Damai 16HAKTP Bersama Paralegal, Solo
Workshop Menulis Cerita untuk Komunitas SPI Labuan Batu
LBH Apik Aceh Sebarkan Informasi Pentingnya RUU P-KS
Dialog Interaktif CIQAL di Radio Sonora FM Yogya
Aksi Bersama Bale Istri untuk Perempuan Korban Kekerasan
LBH APIK Bali Sosialisasikan Isu Kekerasan Seksual di Kab. Gianyar
previous arrow
next arrow
ArrowArrow
Slider

Forum Pengada Layanan

Slider
Kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran hak asasi manusia, secara nyata telah menyebabkan perempuan menerima berbagai perlakuan yang merendahkan, mengingkari martabat kemanusiaannya dan telah berdampak terhadap menurunnya kualitas hidup perempuan korban serta mempengaruhi masa depan korban untuk hidup yang lebih baik dan lebih adil baik bagi dirinya maupun keluarganya.   Bahwa perempuan korban kekerasan sebagai manusia dan warga Negara bukan saja memiliki hak atas keadilan, kebenaran dan pemulihan serta adanya kepastian bahwa pengalaman kekerasan yang dialaminya tidak terulang dalam hidupnya dan juga bagi seluruh perempuan.  Perempuan korban juga memiliki hak untuk dapat mengembangkan potensi dirinya dalam berbagai upaya penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.  Bahwa pemenuhan hak-hak perempuan korban atas keadilan, kebenaran, pemulihan dan jaminan atas ketidakberulangan merupakan tanggung jawab Negara yang secara tegas telah tercantum di dalam konstitusi Negara yaitu Undang-Undang Dasar 1945 dan berbagai peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku di Indonesia.          
Baca Selengkapnya
Slider

Artikel

Galeri

Publikasi

Slider

Unduh

Kontak Kami

Slider